Cara Menghitung Volume Besi Beton Bertulang

Pengertian dan Cara Menghitung Volume Besi Beton Bertulang
Beton bertulang adalah kombinasi dari beton serta tulangan baja, yang bekerja secara bersama-sama untuk memikul beban yang ada. Tulangan baja akan memberikan kuat Tarik yang tidak dimiliki oleh beton. Berikut adalah ulasan mengenai Cara Menghitung Volume Besi Beton Bertulang.
Di indonesia, banyak ragam sistem struktur yang dibentuk dengan menggunakan beton bertulang, antara lain bangunan gedung, turap beton, jembatan, terowongan, saluran gorong-gorong beton dan masih banyak lagi yang lainnya.
Prinsip dasar desain beton bertulang adalah untuk menerima momen lentur, momen puntir, gaya aksial, gaya geser atau kombinasi dari gaya-gaya tersebut. Desain ini berlaku untuk semua jenis struktur berbagai bangunan selama diketahui gaya dan momen serta bentang dan dimensi setiap elemen desain.
Baca juga : Harga Cor Beton Bertulang Per M3
Fungsi Struktur Beton Bertulang
Struktur beton bertulang memiliki fungsi yang dapat digunakan pada beberapa model konstruksi seperti balok
beton, tulangan beton, kolom beton hingga plat beton. Penjelasan sistem tersebut secara rinci adalah sebagai berikut.
1. Tulangan
Tulangan beton pada beton berulang dapat berupa besi polos maupun besi ulir. Dalam sebuah gambar kerja ada dua notasi utama dalam menjelaskan jenis besi dan besar diameternya yang digunakan dalam sebuah beton bertulang. Notasi berupa tanda Ф digunakan untuk besi jenis besi polos, sedangkan notasi D (huruf D kapital) digunakan untuk notasi penggunaan besi ulir.
Contoh penulisan di dalam sebuah gambar kerja semisal 2Ф12 berari memiliki arti bahwa gambar tersebut berupa beton bertulang dengan tulangan besi polos berjumlah 2 dengan diameter 12mm. Notasi 5D20 berarti beton bertulang dengan 5 batang besi ulir berdiameter 20mm. Notasi lain adalah Ф14 – 200 yang memiliki arti beton bertulang dengan batang besi polos berjarak 200mm.
2. Plat
Struktur plat beton yang menggunakan beton bertulang adalah struktur yang tipis berupa bidang yang memiliki arah horizontal dengan beban kerja yang berarah tegak lurus. Plat beton bertulang umumnya digunakan untuk bagian dari lantai bangunan dan lantai atap sebuah gedung.
Selain itu juga dapat digunakan sebagai lantai jembatan maupun lantai dermaga. Beban yang bekerja pada plat lantai diperhitungkan terhadap beban gravitasi.
3. Balok
Balok beton pada sistem beton bertulang adalah berfungsi untuk menahan tegangan tekan dan tegangan tarik yang disebabkan adanya beban lentur pada balok tersebut. Maka sifat beton yang tidak cukup mampu menahan tegangan tarik itulah yang menyebabkan sistem beton bertulang ini ditambahi dengan tulangan baja di tempat tegangan tarik tersebut bekerja.
Selain kebutuhan akan gaya lentur, dalam sistem beton bertulang juga perlu memperhatikan kapasitas geser, retak, defleksi dan panjang penyaluran yang perlu sesuai dengan persyaratan.
4. Kolom
Bagian kolom beton pada beton bertulang adalah umumnya berbentuk bujur sangkar, persegi panjang ataupun bulat. Posisi penulangan pada kolom beton dapat dilakukan secara simetri ataupun mengelilingi tiap sisinya. Metode pemasangan tulangan di bagian bawah kolom adalah dibengkokkan ke bagian dalam terlebih dahulu dan dijadikan stek dengan panjang kurang lebih 40 kali diameter tulangan.
Dalam sebuah desain umumnya pembahasan mengenai desain dan analisis struktur dilakukan secara terpisah, namun khusus untuk beton bertulang pembahasan harus dilakukan secara satu kesatuan siklus.
Hal ini dikarenakan sistem struktur beton bertulang adalah sistem struktur statis tak tentu yang mana penampang elemen harus ditetapkan terlebih dahulu saat analisis saat sebelum dilakukan penentuan desain akhir.
Demikianlah pembahasan kita seputar pengertian dan fungsi – fungsi struktur beton bertulang. Semoga pembahasan kita kali ini dapat bermanfaat untuk Anda.
Tahapan-tahapan pekerjaan beton bertulang secara umum ada delapan tahapan yang merupakan saling keterkaitan satu sama lainnya. Tahapan tersebut memiliki waktunya masing-masing.
Setiap bagiannya harusnya menjadi keseragaman sehingga terjadi ikatan kuat dan saling menjepit bagian yang lain. Jika tahapan ini tidak di ikuti maka akan terjadi kerusakan dari yang terkecil hingga yang fatal.
Baca juga : Pengecoran Struktur Kolom, Balok, Pelat Lantai dan Tangga
Menghitung Volume Besi Per M3 Beton Bertulang
Dalam Sebuah kegiatan pembangunan perumahan salah satu hal yang paling sulit dilakukan oleh mereka yang awam adalah cara menghitung volume material yang dibutuhkan secara tepat dan efisien.
Pada kesempatan kali ini saya mencoba membahas mengenai perhitungan volume besi tulangan pada tiap m3 beton (satuan yang biasa digunakan untuk volume beton bertulang adalah m3).
Contoh
Dimensi beton 15/20 cm dengan rincian penulangan :
- tulangan 4 diameter 12 ( tulangan utama )
- tulangan diameter 6 jarak 20 cm ( tulangan beugel )
Secara prinsip kita harus bisa menterjemahkan volume 1 m3 beton dengan ukuran 15/20 cm. 1 m3 beton = 1/(0.15×0.2) m ( panjang beton 1 m3, dimensi 15/20 ) = 33 ,33 m dibulatkan 34 m. Asumsi yang digunakan panjang 1 lonjor besi = 12 m. panjang besi tulangan yang dibutuhkan :
Besi tulangan Utama
- panjang Besi diameter 12 = 4 bh x ( 34 m – 0,02 m ( selimut beton )) = 4 x 33,98 = 135,92 m
- panjang besi dalam lonjor = 135,92/12 = 11,33 ljr
berat besi 12 per-lonjor = 0,074x12x12 = 10,66 kg/ljr ( bisa dengan menggunakan tabel besi tulangan )
(reff. perhitungan praktis berat besi per-lonjor = analisa harga satuan dan rencana anggaran biaya ) - jumlah berat besi 12 dalam 1 m3 ukuran 15/20 = 10,66 kg/ljr x 11,33 ljr = 120,74 kg
Besi tulangan beugel
- jumlah beugel dengan jarak 20 cm sepanjang 34 m beton bertulang = 34 m / 0.2 m = 170 bh beugel
- Perhitungan panjang beugel pada beton dimensi 15/20.
Perhitungan
- selimut beton = 1,5 cm ( satu sisi ) = 3 cm ( dua sisi )
- panjang 1 beugel [ (15-1,5×2)x2 sisi + (20-1,5×2)x2 sisi ] = 12×2 + 17×2 = 24 + 34 = 58 cm
- pembengkokan tulangan 5 cm x 2 = 10 cm
- Panjang total 1 beugel = 58 + 10 = 68 cm = 0,68 m
- berat besi 6 per-lonjor = 0,074x6x6 = 2,66 kg/ljr ( bisa dengan menggunakan tabel besi tulangan )
- jumlah panjang total = 0,68 m x 170 bh = 115,6 m/12 = 9,63 ljr
- berat beugel total = 9,63 ljr x 2,66 kg/ljr = 25,63 kg
Jumlah berat besi total dalam 1 m3 beton ukuran 15/20 = 120,74 + 25,63 = 146,37 kg/m3
Demikian contoh sederhana yang mungkin bisa digunakan untuk memahami perhitungan kg besi dalam 1 m3 beton bertulang.
Baca juga : Harga U Ditch Beton Precast Saluran Beton
Kesimpulan
Sekian ulasan Cara Menghitung Volume Besi Beton Bertulang. Untuk kebutuhan ready mix untuk pengcoran beton bertulang silahkan konsultasikan pada marketing Kami melalui layanan kontak yang telah disediakan.
Tags: Pengertian dan Cara Menghitung Volume Besi Beton Bertulang
Diposting oleh admin
indosarana.co.id adalah website resmi CV. Indosarana Gemilang sebuah perusahaan supplier beton readymix & sewa concrete pump.
Cara Menghitung Volume Besi Beton Bertulang
Cara Menghitung Material Untuk Cor Beton Tiang dan Sloof
Diposting oleh adminPada setiap konstruksi bangunan, tiang dan sloof merupakan elemen penting yang mendukung kekuatan struktur. Tiang berfungsi sebagai penopang vertikal, sementara sloof merupakan balok yang menghubungkan dan mendistribusikan beban dari dinding ke tiang. Oleh karena itu, ketepatan dalam menghitung material untuk cor beton pada kedua elemen ini sangat krusial demi menjaga kualitas dan daya tahan bangunan….
SelengkapnyaJenis-Jenis Concrete Pump Untuk Pengecoran & Spesifikasinya
Diposting oleh adminPompa beton (concrete pump) adalah alat bantu dalam proses pengecoran yang digunakan untuk menyalurkan beton dari truk mixer ke area pengecoran. Penggunaan pompa beton (concrete pump) dalam proses pengecoran memberikan banyak keunggulan dibandingkan metode manual. Dengan bantuan alat ini, satu unit truk mixer (molen) berkapasitas 7 m³ dapat disalurkan ke area pengecoran hanya dalam waktu…
SelengkapnyaMengenal Beton Jenis Non Fly Ash dan Beton Fly Ash
Diposting oleh adminBeton merupakan salah satu bahan bangunan yang penting dan sering digunakan dalam konstruksi. Salah satu jenis beton yang banyak digunakan adalah beton dengan campuran fly ash. Namun, selain beton fly ash, ada pula jenis beton non fly ash yang memiliki karakteristik dan kegunaan yang berbeda. Untuk mengetahui lebih jauh tentang beton marilah kita mengenal beton…
SelengkapnyaTahapan Pengecoran Beton yang Benar Sesuai SOP dan SNI
Diposting oleh adminMelakukan tahapan pengecoran beton yang benar memang seperti mudah, namun apabila tidak tahu caranya bisa jadi hasil pengecoran tidak bagus, mudah retak dan bisa jadi mudah ambruk. Agar kita tidak mengalami hal semacam itu maka kita penting untuk membahas tips pekerjaan cor beton yang benar sesuai standar literatur yang ada di Indonesia. Sebelumya perlu kita…
SelengkapnyaCara Menghitung Volume Besi Beton Bertulang
Diposting oleh adminBeton bertulang adalah kombinasi dari beton serta tulangan baja, yang bekerja secara bersama-sama untuk memikul beban yang ada. Tulangan baja akan memberikan kuat Tarik yang tidak dimiliki oleh beton. Berikut adalah ulasan mengenai Cara Menghitung Volume Besi Beton Bertulang. Di indonesia, banyak ragam sistem struktur yang dibentuk dengan menggunakan beton bertulang, antara lain bangunan gedung,…
SelengkapnyaMacam-Macam Mutu dan Jenis Beton Readymix
Diposting oleh adminPada artikel ini kami membahas Macam-Macam Mutu dan Jenis Beton Readymix. Seperti kita tahu bahwa beton ready mix mempunyai beberapa jenis dan mutu yang di bagi dari bermacam parameter dan fungsinya. Berikut kami jabarkan penjelasanya di bawah ini : Macam-Macam Mutu dan Jenis Beton Ready Mix Beton Non Struktural Beton non struktural adalah pekerjaan pengecoran…
SelengkapnyaHarga Mutu Readymix K 250 Analisa Campuran dan Komponen
Beton Readymix K 250 adalah salah satu jenis beton yang memiliki mutu tinggi dan bagus untuk digunakan dalam berbagai macam konstruksi. Beton dengan mutu tinggi seperti ini cocok untuk digunakan dalam konstruksi-konstruksi berat seperti jembatan dan gedung-gedung tinggi. Inisial K memberikan arti Karakteristik atau kualitas dari mutu tersebut ditandai dengan angka di belakangnya, K 250…
Rp 1.200.000Harga Pagar Panel Beton Tangerang per Meter Murah
Pagar panel beton merupakan salah satu material populer yang digunakan untuk membangun pagar dan dinding. Pagar panel beton memiliki daya tahan yang kuat, tahan lama, dan bisa disesuaikan dengan beragam desain. Di sini Kami akan membahas harga pagar panel beton Tangerang dan berbagai hal terkait pagar panel beton, seperti kelebihan, bahan, ukuran, harga per meter,…
Rp 155.000Harga RCP Pipa Beton Jakarta Saluran Gorong-Gorong Murah
RCP atau Reinforced Concrete Pipe adalah pipa beton bertulang yang digunakan untuk berbagai kebutuhan konstruksi, terutama saluran drainase, irigasi, dan infrastruktur perkotaan. Di Jakarta, RCP pipa beton banyak digunakan pada proyek pembangunan jalan, jembatan, hingga saluran air hujan. Dibanding pipa beton biasa, RCP memiliki struktur lebih kuat karena diperkuat dengan besi baja. Hal ini membuatnya…
Rp 329.000Harga Sewa Pompa Beton Jakarta Jasa Rental Concrete Pump
Dalam dunia konstruksi yang semakin berkembang pesat di Jakarta, efisiensi dan kecepatan adalah kunci sukses. Salah satu alat yang menjadi sorotan dalam menunjang pembangunan adalah pompa beton. Namun, berapa sebenarnya biaya sewa pompa beton di Jakarta dan apa keuntungan yang ditawarkannya? Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai harga sewa pompa beton Jakarta, serta memberikan…
Rp 3.700.000Harga Paving Block Purwakarta Jual Murah per Meter
Jika Anda sedang membangun rumah, memperbaiki halaman, atau membuat area parkir, salah satu material yang paling sering digunakan adalah Harga Paving Block Purwakarta. Material ini populer karena kuat, tahan lama, dan memiliki tampilan yang rapi. Di wilayah Purwakarta dan sekitarnya, paving block sering digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti halaman rumah, jalan perumahan, trotoar, taman, hingga…
*Harga Hubungi CSHarga Mini Pile Bandung Pondasi Tiang Pancang Beton Precast
Mini pile Bandung atau tiang pancang mini adalah elemen pondasi berbentuk silinder atau persegi panjang dari beton bertulang yang digunakan untuk menopang beban bangunan di atas tanah dengan daya dukung rendah. Ukurannya lebih kecil dari tiang pancang konvensional, biasanya berdiameter 20–30 cm dan panjang 3–6 meter per batang. Fungsi Mini Pile dalam Struktur Bangunan Mini…
Rp 124.483

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar.