Beranda » Artikel Readymix » Jenis-Jenis Concrete Pump Untuk Pengecoran

Jenis-Jenis Concrete Pump Untuk Pengecoran

Diposting pada 4 Agustus 2019 oleh admin | Dilihat: 211 kali | Kategori:

Concrete Pump atau bahasa Indonesianya Pompa Beton adalah sebuah alat yang berfungsi sebagai alat bantu pengecoran yaitu sebagai alat untuk mengalirkan beton ke area yang akan di cor.

Concrete Pump sangat mempermudah proses pengecoran. Misalnya dalam pengecoran sebuah dak rumah yang dilakukan dengan alat bantu ini anda tidak perlu mengangkut beton dengan ember satu persatu. Dulu mungkin anda masih sering melihat atau mungkin pernah mengalami diundang tetangga untuk gotong royong dalam sebuah pengecoran. Orang berbaris oper meng oper ember untuk dituangkan ke media yang akan di cor.

Nah saat ini semakin berkembangnya teknologi hadirlah alat bantu ini yaitu pompa beton, dengan hadirnya alat ini mungkin anda tidak akan melihat lagi fenomena di atas, selamat tinggal masa lalu bye…

Karena dengan bantuan pompa beton ini, 1 mobil molen readymix berkapasitas 7 m³ bisa di tuang ke area pengecoran hanya dengan waktu 15 – 20 menit saja dan cukup hanya dengan 5-6 pekerja saja karena pekerja hanya menarik dan meratakan beton saja. Lebih cepat dari pada harus menaikan beton secara manual yang dapat memakan waktu 3 jam lebih dan memerlukan tenaga yang banyak.

Saat memakai pompa beton, cara menaikannya anda harus mempersiapkan selang air, semen 2 sak, dan pasir sekitar 15-20 ember. Sama seperti pompa air, harus di pancing terlebih dahulu.

Alasan-Alasan Sehingga Anda Harus Menggunakan Pompa Beton (Concrete Pump)

Berikut alasan-alasan sehingga anda harus menggunakan pompa beton (Concrete Pump) pada pengecoran.

Hemat waktu
Efisiensi waktu menjadi kelebihan lain yang ditawarkan dari Concrete Pump. Pengerjaan secara manual membutuhkan waktu berkisar 4 jam untuk 7 kubik bejarak 10 – 15 meter dengan tenaga 15 sampai 20 orang. Sementara Concrete Pump mampu mendistribusikan 7 kubik dengan waktu 15 menit saja serta tenaga yang lebih minim yakni 5 orang.

Kualitas beton yang lebih terjaga
Kelebihan lainnya adalah kualitas beton yang lebih terjaga. Penggunaan ready mix memiliki toleransi waktu berkisar 5 jam sebelum akhirnya membeku atau mengeras. Hal ini tentu dapat diminimalisir dengan penggunaan Concrete Pump dibandingkan pengerjaan secara manual.

Lebih rapi
Pengecoran yang dilakukan secara manual biasanya kurang rapi hingga menyisakan ceceran beton yang tumpah dari wadahnya. Berbeda dengan Concrete Pump yang pengerjaannya menjadi lebih rapi karena menggunakan boom atau belalai.

Jenis – Jenis Pompa Beton yang Biasa Dipakai di Indonesia

Penggunaan concrete pump dapat disesuaikan dengan tinggi bangunan yang hendak dibuat. Setiap bagunan tentu memiliki tinggi yang berbeda sehingga membutuhkan jenis concrete pump yang berbeda pula. Ada beberapa jenis pompa beton sesuai kegunaan dan kondisi proyek anda, berikut ulasan mengenai jenis pompa beton.

 

1. Pompa Standar

Pompa Standar umumnya digunakan untuk jenis bangunan yang rendah seperti halnya mall, ruko, rumah tinggal dan lain sebagainya. Concrete Pump Standar cocok untuk bangunan di bawah 20 meter dengan pemakaian betonnya di bawah 60 meter. Adapun tingkat concrete pressure berada di antara 4 mpa sampai dengan 7 mpa.

Pompa beton ini paling banyak dipakai dalam seuah pengecoran. Selain sewanya yang lebih terjangkau, pompa beton standar serba guna dan bisa masuk ke lokasi pengecoran dengan mudah.

 

2. Pompa Longboom

Pompa Longboom merupakan Concrete Pump untuk bangunan-bangunan tinggi seperti perkantoran, ruko dengan lantai 5 sampai 7 serta bangunan di atas 20 meter. Pada bangunan tersebut, Concrete Pump yang digunakan memiliki concrete pressure antara 8 pa sampai dengan 40 mpa.

Pompa longboom biasanya menjadi alternatif ketika pompa beton standar tidak mampu melakukanya.

 

3. Pompa Mini

Pompa Mini merupakan Concrete Pump yang berasal dari Jepang dan diperuntukkan untuk jenis bangunan yang jalannya sempit dengan portal yang hanya bisa dilalui dengan mobil cold desel. Concrete Pump jenis ini cocok untuk hunian dengan 1 sampai dengan 2 lantai namun terletak di area sempit.

Pompa mini menjadi pilihan untuk anda yang tingga di area yang tidak cukup luas. Pompa beton mini bisa menjadi solusi untuk pengecoran anda ketika pompa standar tidak bisa masuk pada lokasi terdekat pengecoran.

 

4. Pompa Kodok

Pompa Kodok merupakan Concrete Pump untuk ragam bangunan seperti bedungan, pelabuhan, jety, pondasi PLN, gang atau jalan sempit yang umumnya tidak dapat dilalui dengan mobil pribadi dimana jangkauan horizontalnya hanya berkisar 120 meter sampai dengan 170 meter.

Pompa kodok adalah pilihan terakhir jika semua pompa tidak bisa melakukan pekerjaan pengecoran. Jangkauanya yang cukup jauh pompa ini bisa menjadi solusi setiap pengecoran, namun sayang harga sewanya terbilang cukup mahal.

 

 

 

Bagikan

Jenis-Jenis Concrete Pump Untuk Pengecoran | Indosarana Gemilang

Komentar (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Anda Mungkin Suka

Tentang Kami

Website ini adalah media branding yang dikelola dan dikembangkan oleh CV. Indosarana Gemilang yang bergerak pada bidang pengadaan bahan konstruksi baik retail maupun bersekala besar.

Produk unggulan kami diantaranya beton readymix dan beton precast. Selengkapnya tentang kami

Hubungi tim marketing kami untuk mengetahui detil produk pada website ini.

Head Office

CV. Indosarana Gemilang

Jln Industri Kosambi. Purwakarta,
Kec. Klari, Kab. Karawang,
Jawa Barat

Open
Senin-Sabtu (08:00 – 16:00) WIB

Chat via Whatsapp
Rahmat
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Rahmat
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja